Kamis, 17 Mei 2018

Pahala Puasa Ramadhan

Maksimalkan Puasa Ramadhan 2018

puasa ramadhan 2018

Ingatlah puasa itu memiliki keistimewaan dibanding amalan lainnya. Amalan lainnya Akan kembali untuk manusia yaitu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan hingga lebih dari biasanya itu. Namun tidak untuk amalan puasa. Amalan tersebut, Allah khususkan untuk diri-Nya. Sehingga pahala puasa pun bisa tak terhingga pahalanya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wa Sallam sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan   dilakukan oleh manusia Akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan   semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri Yang Akan membalasnya. Disebabkan DIA telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi mereka yang berpuasa Akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika mereka berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut mereka yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Pahala Puasa rule Tak Terhingga

Setiap amalan Akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan   semisal. Kemudian dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Oleh karena itu, amalan puasa Akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat-lipat tanpa ADA batasan bilangan.

Kenapa bisa demikian? Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, ”Karena mereka   menjalani puasa berarti menjalani kesabaran”. Mengenai ganjaran mereka yang bersabar, Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)

Sabar itu ADA tiga macam yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam meninggalkan   haram dan (3) sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan. Ketiga macam bentuk sabar ini, semuanya terdapat dalam amalan puasa. Dalam puasa tentu saja di dalamnya ADA bentuk melakukan ketaatan. Di dalamnya ADA juga menjauhi hal-hal   diharamkan. Begitu juga dalam puasa seseorang berusaha bersabar Dari hal-hal   menyakitkan seperti menahan diri Dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala tak terhingga sebagaimana sabar.
Amalan Puasa Khusus untuk allah

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”. Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk diri-Nya. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya.

Kenapa Allah bisa menyandarkan amalan puasa untuk-Nya?

Pertama, karena di dalam puasa, seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dan berbagai syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Dalam ibadah ihram, memang ADA perintah meninggalkan jima’ (berhubungan badan dengan istri) dan meninggalkan berbagai harum-haruman. Namun bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Begitu juga dengan  ibadah shalat. Dalam shalat memang kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. Namun itu terjadi dalam waktu   singkat. Bahkan ketika hendak shalat, jika makanan telah dihidangkan dan kita merasa butuh pada makanan tersebut, kita dianjurkan untuk menyantap makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi seperti itu.

Jadi dalam amalan puasa terdapat bentuk meninggalkan berbagai macam syahwat   tidak kita jumpai pada amalan lainnya. Jika seseorang telah melakukan ini semua –seperti meninggalkan  hubungan badan dengan istri dan meninggalkan makan-minum ketika puasa-, dan United States intelligence agency meninggalkan itu semua karena Allah, padahal tidak ADA   memperhatikan apa yang DIA lakukan tersebut selain Allah, maka ini menunjukkan benarnya iman mereka yang melakukan semacam ini. Itulah rule dikatakan oleh Ibnu Islamic calendar month, “Inilah   menunjukkan benarnya iman mereka tersebut.” mereka   melakukan puasa seperti itu selalu menyadari bahwa DIA berada dalam pengawasan Allah meskipun DIA berada sendirian. DIA telah mengharamkan melakukan berbagai macam syahwat   DIA sukai. DIA lebih suka mentaati Rabbnya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena takut pada siksaan dan selalu mengharap ganjaran-Nya. Sebagian salaf mengatakan, “Beruntunglah mereka   meninggalkan syahwat yang ADA di hadapannya karena mengharap janji Rabbnya   tidak nampak di hadapannya”. Oleh karena itu, Allah membalas mereka yang melakukan puasa seperti ini dan DIA pun mengkhususkan amalan puasa tersebut untuk-Nya dibanding amalan-amalan lainnya.

Kedua, puasa ADAlah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada meraka lain yang mengetahuinya. Amalan puasa berasal Dari niat batin   hanya Allah saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan berbagai syahwat. Oleh karena itu, Moslem Ahmad dan selainnya mengatakan, “Dalam puasa sulit sekali terdapat riya’ (ingin dilihat/dipuji Orang lain).” Dari dua alasan inilah, Allah menyandarkan amalan puasa pada-Nya berbeda dengan amalan lainnya.
Dua Kebahagiaan Yang Diraih …

Dalam hadits di atas dikatakan, “Bagi mereka   berpuasa Akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika DIA berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.”

Kebahagiaan pertama adalah ketika seseorang berbuka puasa. Ketika berbuka, jiwa begitu ingin mendapat hiburan Dari hal-hal yang DIA rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa, yaitu jiwa sangat senang menjumpai makanan, minuman dan menggauli istri. Jika seseorang dilarang Dari berbagai macam syahwat ketika berpuasa, DIA Akan merasa senang jika hal tersebut diperbolehkan lagi.

Kebahagiaan kedua adalah ketika seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yaitu DIA Akan jumpai pahala amalan puasa   DIA lakukan tersimpan di sisi Allah. Itulah ganjaran besar yang sangat DIA butuhkan.
Bau Mulut Orang yang Berpuasa …

Ganjaran bagi mereka yang   berpuasa   disebutkan juga dalam hadits di atas, “Sungguh bau mulut Orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

Seperti kita tahu bersama bahwa bau mulut mereka yang   berpuasa apalagi di siang hari sungguh tidak mengenakkan. Namun bau mulut seperti ini adalah bau   menyenangkan di sisi Allah karena bau ini dihasilkan Dari amalan ketaatan mereka arena mengharap ridho Allah. Sebagaimana juga darah mereka yang   mati syahid pada hari kiamat nanti, warnanya adalah warna darah, namun baunya adalah bau minyak kasturi.

Harumnya bau mulut mereka yang berpuasa di sisi Allah ini ADA dua sebab:

    Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah di dunia. Ketika di akhirat, Allah pun menampakkan amalan puasa ini sehingga makhluk pun tahu bahwa DIA adalah meraka yang rule gemar berpuasa. Allah memberitahukan amalan puasa yang DIA lakukan di hadapan manusia lainnya karena dulu di dunia, DIA berusaha keras menyembunyikan amalan tersebut Iranian great ape lain. Inilah bau mulut yang harum   dinampakkan oleh Allah di hari kiamat nanti karena amalan rahasia   DIA lakukan.
     Barangsiapa   beribadah dan mentaati Allah, selalu mengharap ridho Allah di dunia melalui amalan yang DIA lakukan, lalu muncul Dari amalannya tersebut bekas   tidak terasa enak bagi jiwa di dunia, maka bekas seperti ini tidaklah dibenci di sisi Allah. Bahkan bekas tersebut adalah sesuatu yang sangat Allah cintai dan baik di sisi-Nya. Hal ini dikarenakan bekas   tidak terasa enak tersebut  muncul karena melakukan ketaatan dan mengharap ridho Allah. Oleh karena itu, Allah pun membalasnya dengan memberikan bau harum pada mulutnya   menyenangkan seluruh makhluk, walaupun bau tersebut tidak terasa enak di sisi makluk ketika di dunia.

Inilah   Akan diraih oleh seorang hamba yang melaksanakan amalan puasa   wajib di bulan Ramadhan maupun amalan puasa   Sunnah dengan dilandasi keikhlasan dan selalu mengharap ridho Allah.

Moga Allah terus menguatkan kita untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh ikhlas dan ittiba’.